Philippine Zoo Pesona Kebun Binatang di Negeri Tropis Asia Tenggara
Thanesia Claudia September 12, 2025 0

Kebun binatang atau Philippine Zoo adalah salah satu destinasi wisata yang banyak digemari masyarakat di seluruh dunia. Tidak hanya menjadi tempat hiburan, kebun binatang juga memiliki peran penting dalam bidang edukasi, konservasi, dan penelitian satwa. Di Filipina, keberadaan Philippine Zoo dan kebun binatang lainnya menjadi salah satu ikon wisata yang mampu menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara. Dengan keanekaragaman hayati yang kaya, Filipina menghadirkan pengalaman unik dalam mengenal satwa dari berbagai belahan dunia.

Artikel ini akan mengulas sejarah perkembangan kebun binatang di Filipina, koleksi satwa ikonik, hingga peran pentingnya dalam melestarikan hewan langka.

Sejarah dan Perkembangan Philippine Zoo

Salah satu kebun binatang paling terkenal di Filipina adalah Manila Zoo yang berdiri pada tahun 1959. Kebun binatang ini menjadi yang pertama di negara tersebut dan hingga kini tetap menjadi destinasi favorit keluarga. Meski pernah mengalami kritik terkait perawatan satwa, pemerintah Filipina melakukan renovasi besar-besaran agar kebun binatang lebih modern, ramah pengunjung, serta mengutamakan kesejahteraan hewan.

Selain Manila Zoo, terdapat juga Avilon Zoo yang terletak di Rizal, dikenal sebagai kebun binatang terbesar di Filipina. Dengan luas mencapai 7,5 hektare, Avilon Zoo memiliki koleksi satwa dari berbagai belahan dunia serta satwa endemik khas Filipina.

Perkembangan Philippine Zoo tidak lepas dari meningkatnya kesadaran akan pentingnya konservasi satwa langka. Berbagai lembaga kini bekerja sama dengan kebun binatang untuk melestarikan hewan-hewan yang terancam punah akibat perburuan dan kerusakan habitat.

Koleksi Satwa Ikonik

Kebun binatang di Filipina menghadirkan beragam satwa, baik lokal maupun internasional. Beberapa di antaranya bahkan menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan.

Satwa Endemik Filipina

  1. Philippine Eagle – Burung pemangsa terbesar di dunia yang juga menjadi hewan nasional Filipina. Populasinya sangat terbatas dan menjadi fokus utama program konservasi.
  2. Tamaraw – Kerbau kerdil yang hanya hidup di Pulau Mindoro. Hewan ini masuk kategori terancam punah.
  3. Palawan Bearcat – Satwa unik dari Pulau Palawan yang menyerupai gabungan kucing besar dan beruang kecil.
  4. Philippine Crocodile – Spesies buaya air tawar yang populasinya semakin berkurang akibat perusakan habitat.

Satwa Internasional

Selain satwa lokal, Philippine Zoo juga menampilkan koleksi satwa dari luar negeri, seperti singa Afrika, harimau Bengal, zebra, jerapah, hingga berbagai jenis burung eksotis. Hal ini menambah daya tarik wisata dan memberikan edukasi global kepada para pengunjung.

Peran Edukasi bagi Masyarakat

Kehadiran kebun binatang di Filipina tidak hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai sarana pendidikan. Melalui program tur edukatif, anak-anak dan pelajar dapat belajar tentang:

  • Pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.
  • Mengenal satwa endemik dan peranannya dalam alam.
  • Ancaman perburuan liar serta kerusakan lingkungan.

Beberapa kebun binatang bahkan menyediakan pusat informasi interaktif, museum satwa, hingga workshop yang melibatkan siswa dalam kegiatan konservasi sederhana.

Konservasi Satwa Langka

Filipina memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, tetapi banyak spesies terancam punah akibat eksploitasi hutan dan perubahan iklim. Philippine Zoo bersama lembaga penelitian dan organisasi lingkungan berperan penting dalam upaya konservasi, di antaranya:

  • Breeding Program – Program penangkaran satwa langka seperti Philippine Eagle dan Tamaraw.
  • Pelepasliaran – Hewan hasil penangkaran yang sehat dikembalikan ke habitat aslinya.
  • Kerja Sama Internasional – Filipina bekerja sama dengan negara lain dalam konservasi satwa global, termasuk pertukaran satwa untuk memperkuat populasi.

Dengan program ini, Philippine Zoo bukan hanya tempat hiburan, tetapi juga benteng terakhir untuk melindungi spesies dari kepunahan.

Daya Tarik Wisata Philippine Zoo

Bagi wisatawan, berkunjung ke kebun binatang di Filipina menawarkan pengalaman yang unik dan menyenangkan. Beberapa daya tarik yang bisa ditemukan adalah:

  1. Manila Zoo – Ikon bersejarah yang kini lebih modern setelah direnovasi, cocok untuk wisata keluarga.
  2. Avilon Zoo – Kebun binatang terbesar dengan koleksi satwa yang lengkap dan lingkungan hijau yang luas.
  3. Crocodile Park di Davao – Menampilkan berbagai jenis buaya, reptil, serta pertunjukan edukatif.
  4. Zoobic Safari di Subic Bay – Menghadirkan konsep safari interaktif, pengunjung bisa melihat harimau dan singa dari dekat.

Kombinasi antara hiburan, edukasi, dan interaksi langsung dengan satwa menjadikan Philippine Zoo salah satu destinasi favorit di Asia Tenggara.

Tantangan dan Kritik

Meski memiliki daya tarik, kebun binatang di Filipina juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti:

  • Keterbatasan dana untuk perawatan satwa.
  • Kritik dari aktivis hewan terkait kondisi kandang yang dianggap sempit.
  • Ancaman penyakit dan perburuan ilegal yang memengaruhi populasi satwa liar.

Namun, dengan renovasi, peningkatan standar kesejahteraan hewan, serta dukungan masyarakat, Philippine Zoo terus berbenah menjadi lebih baik.

Kesimpulan

safari park bukan sekadar tempat rekreasi, melainkan pusat edukasi, konservasi, dan penelitian yang berperan penting bagi kelestarian satwa di Filipina. Dengan koleksi satwa ikonik seperti Philippine Eagle, Tamaraw, dan Palawan Bearcat, kebun binatang ini menjadi kebanggaan nasional sekaligus daya tarik wisata internasional.

Melalui berbagai program konservasi dan pembaruan fasilitas, Philippine Zoo membuktikan bahwa kebun binatang bisa menjadi tempat yang ramah satwa sekaligus edukatif bagi masyarakat. Bagi wisatawan, mengunjungi kebun binatang di Filipina adalah cara terbaik untuk belajar, berinteraksi, dan menghargai kekayaan alam yang dimiliki negeri tropis ini.

Category: 

Leave a Comment